Slideshow

Jumat, 06 April 2012

Pendidikan Di Australia


Di negeri kangguru ini pendidikan sudah bisa dikatakan cukup baik. 70% pendidikan di Negara ini sama dengan Negara Indonesia. Seperti tingkatan kelas antara kelas 1 sampai dengan 12 yang terbagi menjadi tiga tingkatan sekolah. Yang kedua pemerintah Negara bagian di Negara ini bertanggung jawab atas seluruh pendidikan didaerahnya. Pemerintah hanya dapat membuat kebijakan dalam bidang pendidikan, bukan untuk menjadi penguasa dalam bidang tersebut. Para pemerintah Australia juga memerikan dana untuk program pendidikan didaerahnya masing-masing.
Disini ada beberapa hal yang bertolak belakang dengan pendidikan di Indonesia yaitu tahun pelajaran baru dimulai pada akhir bulan Januari dan berakhir pada pertengahan bulan Desember. Setiap tahun pelajaran baru dibagi kedalam empat term, setiap term lamanya kurang lebih 10 minggu. Satu hal yang sangat menarik di Negara ini, pada akhir tahun semua murid mendapat libur sekolah selama enam minggu.
Sama halnya dengan Indonesia, di Negara ini terdapat tia tingkatan sekolah yaitu primary school (sekolah dasar), high school (sekolah menengah pertama), dan senior high school (sekolah menengah atas). Setiap orang tua diwajikan untuk menyekolahkan anaknya Sampai dengan usia 15 atau 16 tahun. Jika seorang anak tidak rajin masuk sekolah atau sering membolos, maka orang tuanya akan dikenakan denda.
Di Negara ini, ada dua jenis sekolah yaitu public school (sekolah negeri) dan private school (sekolah swasta). Sebanyak 65% siswa di Australia berekolah di sekolah negeri dan sisanya bersekolah di sekolah swasta. Disini sekolah swasta terbagi menjadi dua bagian yaitu sekolah yang berafiliasi dan sekolah yang tidak berafiliasi (independent school). Sekolah berafiliasi adalah sekolah yang biasanya para siswa beranekaragam agama seperti Katolik, Protestan, atau Islam.
Di Negara Australia ini, ujian nasional tidak dilaksanakan bahkan tidak dikenal sama sekali, melainkan ujian state. Ujian ini tidak menentukan lulus tidaknya para peserta didik, namun untuk menentukan kemana siswa tersebut akan melanjutkan pendidikan. Berapapun nilai yang didapatkan oleh siswa dari ujian tersebut tetap dinyatakan lulus. Nilai nol pun tetap dinyatakan lulus, namun kelulusan tersebut tidak ada gunanya. Berarti siswa tersebut akan sangat sulit untuk melanjutkan pendidikannya.
Primary  school atau sekolah dasar terdiri dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 atau 7, itupun tergantung pada setiap daerah tertentu. Primary school atau sekolah dasar dikelola oleh departemen pendidikan di masng-masing wilayah kecuali di ACT atau Australian Capital Territory. Orang tua pun turut berambil peran dalam bidang pendidikan di Australia, yaitu para orang tua dapat memberikan masukan atau rekomendasi kepada pihak sekolah. Kelulusan setiap siswa pada primary school direkomendasikan dari guru. Rekomendasi guru berdasarkan perkembangan siswa sejak bersekolah disini, bukan dari hasil ujian.
High school atau sekolah menengah pertama terdiri dari kelas 7 atau kelas 8 sampai dengan kelas 10. Pada sekolah ini tepatnya kelas 8 terdapat tujuh mata pelajaran yang diperoleh para siswa di Australia. Namun, para siswa diperbolehkan untuk memilih mata pelajaran yang mereka senangi tanpa bergantung pada jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Sama seperti primary school, High School juga dikelola oleh departemen pendidikan diwilayah masing-masing.
Senior high school atau sekolah menengah atas terdiri dari kelas 11 sampai dengan kelas 12. Tingkatan sekolah ini tidak lagi dikelola oleh departemen pendidikan pada daerah tertentu. Kelulusan siswa pada Senior High School ditentukan oleh Senior Secondary Board di daerah masing-masing. Kelulusannya berdasarkan dua atau tiga komponen yaitu hasil tugas sekolah, nilai ujian akhir tahun yang dilaksanakan oleh Senior Secondary Board, dan kadang-kadang suatu proyek. Tanda yang diterima setiap siswa jika lulus berupa Year 12 Certificate yang disertai transkrip nilai mata pelajaran yang telah diambil dengan nilai yang diraih.
Pendidikan Tinggi atau Universitas di Australia terbagi menjadi dua jenjang,yaitu Sarjana (undergraduate) dan Pascasarjana (postgraduate). Jenjang Sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan mendapat gelar Bachelor, tergantung pada jurusan yang diikuti oleh setiap mahasiswa. Jika mahasiswa ingin melanjutkan ke jenjang pacasarjana, ia terlebih dahulu melewati jenjang Honours yang memerlukan waktu kurang lebih selama 1 tahun. Banyak Universitas di Australia menerima mahasiswa langsung dari jenjang Honours untuk program S3(doktor). Universitas disini biasanya mengadakan program yang bersifat akademik sedang sebagian besar dari program vokasi diselenggarakan oleh lembaga TAFE yang berada disetiap wilayah tertentu di Australia. Pemerintah bertanggung jawab atas semua Universitas dan pemerintah Negara bertanggug jawab atas TAFE. Sebagian besar Universitas di Australia adalah Universitas negeri.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites